Monday, June 8, 2020

[Book Review] Rasa Untuk Jiwa oleh @sholahayub


Judul: Rasa Untuk Jiwa (Hard Cover)
Penerbit: Duta Media Tama
Penulis: @sholahayub
Tahun Terbit : cetakan pertama, 2020
Bahasa: Indonesia
ISBN: 978-623-91-3264-4


Review

Buku yang akan aku bahas kali ini termasuk dalam buku ilustrasi jenis novel grafis. Sebelumnya, aku pernah mereview buku ilustrasi berjudul Generasi 90an karya Marchella F. P. Bila Generasi 90an berisi tentang informasi-informasi atau kenangan jadul, buku Rasa Untuk Jiwa memiliki sebuah jalan cerita.

Aku mendapatkan buku ini dengan cara mengikuti PO (pre-order) selama kurang lebih satu bulan. Setelah peketnya sampai ke rumah, aku langsung unboxing karena sudah tidak sabar untuk menikmatinya.


Ada dua paket yang ditawarkan yaitu paket regular berisi 1 buah buku Rasa Untuk Jiwa hard cover dan 1 buah memo beserta tanda tangan penulis dengan harga Rp 85.000 dan  paket premium berisi 1 buah buku Rasa Untuk Jiwa hard cover, 1 buah memo beserta tanda tangan penulis, serta 1 buah tote bag ekslusif bewarna hitam dengan sebuah ilustrasi serta judul dari buku itu sendiri yaitu Rasa untuk Jiwa dengan harga Rp 110.000. Aku memesan paket yang premium.

Penulis sendiri merupakan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB. Sholah Ayub sering memposting karya-karyanya berupa gambar ilustrasi yang berhubungan dengan cerita sehari-hari dalam menjalani hidup melalui akun instagram pribadinya dan kali ini dirinya telah berhasil membukukan karyanya yang pertama, Rasa Untuk Jiwa.

Untuk ukuran novel grafis, kertas yang dipakai menurutku terlalu tipis, sehingga tulisan yang ada di balik halamannya terlihat pada halaman sebelumnya. Hal ini sedikit membuatku terganggu saat membacanya. Seperti yang telah dijelaskan oleh penulisnya –Sholah Ayub, bahwa tinta hasil cetakan bukunya kurang bagus karena terdapat kendala saat proses mencetaknya, jadi seperti ada yang kurang saat menikmati ilustrasi yang dibubuhkan pada setiap lembarnya. Namun, ilustrasi yang diciptakan mampu menggambarkan rangkaian kalimat yang ada dengan sangat baik. Satu hal lagi yang sedikit mengangguku saat sedang membaca rangkaian kalimat demi kalimat yaitu terdapat beberapa kesalahan penulisan kata seperti:

“ferekuensnsi” seharusnya “frekuensi” pada Diktum 5 Frekuensi
“jsutru” seharusnya “justru” pada Diktum 6 Hijrah
“khawtir” seharusnya “khawatir” pada Diktum 8 Cinta

Buku Rasa Untuk Jiwa tidak membubuhkan nomor halaman, namun terdapat daftar isi dan setiap babnya diawali dengan judul “Diktum”. Pada KBBI arti kata Diktum yaitu:

diktum/dik·tum/ n 1 ucapan (pernyataan) resmi; 2 keputusan; bagian dari ketetapan yang mengandung keputusan; 3 Huk bagian yang memuat hal yang ditetapkan hakim dalam putusan pengadilan; amar putusan.

Buku Rasa Untuk Jiwa terdapat 11 Diktum, yaitu Diktum 1:Fitrah, Diktum 2:Rasa, Diktum 3:Asa, Diktum 4:Teman, Diktum 5:Frekuensi, Diktum 6:Hijrah, Diktum 7:Posisi, Diktum 8:Cinta, Diktum 9:Ibadah, Diktum 10:Dewasa, Diktum 11:Fitrah. Penulisan kata “Diktum” pada dafar isi dan di halaman selanjutnya berbeda, bila pada daftar isi tertulis dalam bahasa inggris “Dictum” namun pada halaman selanjutnya tertulis menggunakan bahasa Indonesia “Diktum”.

Melalui jalan cerita tokoh seorang laki-laki yang sedang menjalani hidup di dunia, pembaca diajak untuk mengingat kembali bahwa hidup itu penuh perjuangan, seperti berjalan di atas batu kerikil. Cerita yang disuguhkan berhubungan dekat dengan kehidupan sehari-hari jadi pembaca dapat merasakan emosi seperti yang diharapkan penulis melalui susunan kalimat serta gambar ilustrasi yang ada.

Aku berhasil menamatkan buku ini selama kurang lebih 20 menit, tapi kalau ingin lebih meresapi lagi bisa sampai setengah jam atau bahkan satu jam.

Style gambar dari Sholah Ayub adalah salah satu yang aku suka. Hasil gambarannya terlihat seperti sketsa kasar tapi menurutku itu ciri khas yang keren, apalagi kalau sudah diberi warna.

Salah satu kalimat favoritku adalah:

“Sesungguhnya banyak kita sudah jadi pemenang. Tidak ada bayi yang gagal belajar berjalan. Mengapa sekarang mudah angkat tangan?” (Diktum 1:Fitrah)

Bagian ini terasa “bener banget” mengajak pembaca agar tidak gampang menyerah, seperti pada surat Al Baqarah ayat 286 bahwa,

“Allah tidak akan membebani seorang hambanya di luar kemampuan.”

3.5 dari 5 bintang untuk Rasa Untuk Jiwa karya @sholahayub.

Aku merekomendasikan buku ini untuk kamu yang senang menikamati gambar ilustrasi serta bacaan ringan namun sarat akan makna kehidupan. Selamat menikmati keindah setiap ilustrasinya seraya meresapi makna tiap katanya.

0 comments:

Post a Comment

 

Keep Moving! Template by Ipietoon Cute Blog Design