Saturday, November 2, 2013

[Cerpen] 18 Years Old by @noeranggadila

18 Years Old
(@noeranggadila)
     
     Kemana saja mereka?

            Kutatap jendela yang kini sudah basah oleh rintik-rintik air hujan. Sebenarnya aku gelisah, tapi kucoba untuk tetap tenang. Aku pun kembali duduk di sofa sambil tetap memandang lewat jendela ruang tamuku.

            Suasana ini, setiap kali hujan turun, mengingatkanku pada suatu hari, tepat dihari ulang tahunku yang ke-20.
#

            Dimana sih Nando?, pikirku. Padahal, dia janji akan bertemu di taman. Tapi sampai sekarang aku tak melihat batang hidungnya. Apa dia lupa? Atau aku yang telat? Kulihat kembali jam tangan hitamku. 15.45, tersisa 15 menit sampai jam 16.00.

       Kadang aku tak mengerti dengannya, walaupun hujan begini, dia tetap menyuruhku menemuinya di taman. Aneh nggak sih? Tapi, aku tetap saja datang demi dirinya. Katanya sih ada Surprise, karena hari ini aku berulang tahun.
      
      Daripada berdiam diri begini, akhirnya kuputuskan untuk mencari dirinya. Meskipun telah menggunakan payung, tapi tetap saja ada rintik-rintik yang mengenai bajuku.

            Memang apa sih yang ingin dia tunjukkan? Taman sih oke, tapi kalau hujan, memangnya ada yang mau makan bareng romantis di bawah rintik-rintik hujan? Meskipun kurang lebih 2 tahun bersama, tapi tetap saja Nando punya seribu cara untuk membuat kejuatan.

            Aku terus berjalan sambil kiri-kanan kulihat saja, tak ada pohon cemara, hanya pohon perindang yang daunnya basah kuyup di guyur hujan. Tapi tunggu, sepertinya aku kenal seseorang yang sedang duduk di pendopo itu. Nando?

            Setelah beberapa saat, ada seorang gadis yang menghampirinya. Duduk berdua dan bercanda tawa layaknya sepasang kekasaih. Dan aku kenal gadis itu, dia satu sekolah denganku, Friska. Dia pernah suka pada Nando, tapi ternyata Nando lebih memilihku. Lalu, sedang apa mereka?

            1, 3, 5 menit aku berdiam diri di tempatku, jauh dari jangkauan mereka. Aku mencoba mengusir segala pikiran negatif yang silih berganti melintas di pikiranku. Apa ini yang ia sebut kejutan? Tapi akhirnya aku menyerah, hatiku serasa panas melihat mereka seperti itu.

Dengan sekuat tenaga aku menghampiri mereka.

“Nando?” kataku lirih.

Mereka berdua menatapku kaget.

“Keyla, ini bukan seperti yang kau lihat,” ucap Nando menjelaskan.
“Ternyata kau--”

Tak lagi sempat melanjutkannya, aku berlari tak berpayung lagi, bajuku basah kuyup, air mataku keluar tak tertahankan, aku marah, aku cemburu!

Tapi akhirnya aku berhenti, karena Nando mencegahku berlari lebih jauh darinya.

“Ini tak seperti yang kau pikirkan, Key,” ujarnya.
Aku masih sesenggukan. Lalu aku mencoba menatapnya.
“Apa lagi yang harus aku dengar?”

Dia terdiam, kulihat Friska memerhatikan kami dengan jarak beberapa langkah, aku tak peduli. Tiba-tiba,

“SURPRISE!!!”

Muncul teman-teman kerjaku sedang menggunakan jas hujan dan memegang mawar. Setelah itu, nando mengeluarkan kotak merah kecil dan membukanya.

“Will you marry me, Keyla?”

#

Senyumku kembali merekah setiap kali menngingatnya. Tiba-tiba pintu terbuka. Muncul seorang pemuda dengan anak kecil berumur 5 tahun. Nando dan Zacky.

“Bunda!!” kata Zacky antusias dan memelukku.

Baju mereka basah.

“Kok lama?”
“Biasalah, macet,” sahut Nando.

Kuserahkan handuk yang telah kupersiapkan.

“Kau tak berubah, masih tampan,” kataku sambil melepaskan dasinya.
“Kau juga, cantik” katanya sambil tersenyum dan memelukku.
“Aku juga mau dipeluk,” rengek Zacky.
Inilah keluargaku. [ ]

0 comments:

Post a Comment

 

Keep Moving! Template by Ipietoon Cute Blog Design